Aplikasichat.com – Pernah tidak kamu merasa laptop yang tadinya ngebut, sekarang menjadi lemot banget? Buka aplikasi butuh waktu lama, sering not responding dan pas di cek, ternyata muncul notifikasi penyimpanan laptop penuh. Situasi seperti ini membuat frustasi banget, kan? Apalagi kalau lagi dikejar-kejar dengan deadline maupun pekerjaan.
Salah satu penyebab utama laptop menjadi lemot adalah menumpuknya file sampah yang tidak pernah dibersihkan. File-file ini berasal dari sisa-sisa aplikasi, riwayat pencarian dan berbagai data temporer lain yang sebenarnya sudah tidak berguna lagi. Nah, agar laptop kamu kembali bertenaga, yuk simak penjelasan di bawah ini sampai dengan selesai.
Cara Membersihkan Sampah di Laptop yang Cepat dan Mudah
Membersihkan laptop secara rutin merupakan kunci untuk menjaga performanya tetap optimal. Kamu tidak perlu install aplikasi aneh-aneh, kok. Cukup manfaatkan fitur bawaan Windows dan beberapa trik sederhana berikut:
Also Read
1. Kosongkan Recycle Bin
Untuk cara kali ini mungkin terdengar sepele, tapi banyak banget orang yang lupa melakukannya. Setiap kali kamu menghapus file dengan menekan opsi “Delete”, file tersebut sebenarnya tidak benar-benar hilang, melainkan hanya dipindahkan ke Recycle Bin. File-file tersebut masih memakan ruang di harddisk-mu.
Pastikan kamu sudah memeriksa kembali isi Recycle Bin dan tidak ada file penting yang tidak sengaja terhapus. Setelah yakin, klik kanan di ikon Recycle Bin di desktop-mu dan pilih opsi “Empty Recycle Bin”.
2. Menggunakan Fitur Bawaan Disk Cleanup
Ini merupakan cara yang paling ampuh dari Windows untuk bersih-bersih. Fitur Disk Cleanup secara otomatis akan memindai dan menemukan berbagai jenis file sampah yang aman untuk dihapus.
Caranya adalah ketik “Disk Cleanup” di opsi menu Start, lalu buka aplikasinya. Pilih driver yang ingin kamu bersihkan (biasanya drive C:). Tunggu sampai proses pemindaian selesai, lalu berikan centang di semua kotak yang muncul seperti Temporary Internet Files, Thumbnails dan Recycle Bin. Klik “OK” dan biarkan Windows melakukan tugasnya.
3. Uninstall Aplikasi yang Tidak Digunakan
Coba cek daftar aplikasi yang terinstall di laptop kamu. Pasti ada beberapa game atau program yang sudah berbulan-bulan tidak pernah kamu sentuh, kan? Aplikasi-aplikasi tersebut tidak hanya memakan ruang penyimpanan, tapi terkadang juga berjalan di latar belakang dan membebani RAM.
Ketik “Add or Remove Programs” di opsi menu Start. Urutkan daftar aplikasi berdasarkan ukuran (size) untuk melihat mana yang paling besar. Klik di aplikasi yang tidak kamu butuhkan lagi, lalu pilih opsi “uninstall”.
4. Bersihkan Cache Browser
Apabila kamu pengguna internet aktif, browser kamu (seperti Google Chrome, Mozilla Firefox atau Microsoft Edge) menyimpan banyak sekali data temporer yang disebut dengan cache. Tujuannya agar loading website yang sering kamu kunjungi menjadi lebih cepat. Namun, cache ini bisa menumpu sampai bergiga-giga.
Buka pengaturan browser kamu, cari menu Riwayat (History), lalu pilih opsi “Clear Browsing Data”, lalu pilih opsi “Clear Browsing Data”. Pastikan kamu memberi centang pada kotak “Cached Images and Files”, lalu pilih rentang waktu “All Time” dan klik “Clear Data”.
5. Memanfaatkan Fitur Storage Sense
Untuk pengguna Windows 10 dan 11, ada fitur canggih bernama Storage Sense yang bisa membersihkan sampah secara otomatis. Kamu hanya perlu mengaktifkannya sekali saja.
Caranya adalah masuk ke Settings > System > Storage. Di bagian atas, aktifkan saklar di “Storage Sense”. Kamu juga bisa melakukan mengkonfigurasinya untuk berjalan secara otomatis di setiap hari, mingguan maupun bulanan. Fitur ini akan secara pintar menghapus file temp dan mengosongkan Recycle Bin secara berkala.
6. Menghapus File yang Download yang Sudah Tidak Dibutuhkan
Folder “Downloads” seringkali menjadi “kuburan” bagi file-file installer, dokumen dan gambar yang hanya kita butuhkan sekali saja. Coba buka folder Downloads-mu dan urutkan berdasarkan ukuran maupun tanggal. Kamu pasti akan merasa kaget melihat banyak ruang yang bisa dihemat dengan cara menghapus file-file lama di sana.
7. Menghapus System Restore Points Lama
System Restore merupakan fitur keamanan yang berguna, tapi file backup-nya bisa memakan ruang penyimpanan yang sangat besar. Kamu bisa menghapus titik pemulihan yang lama dan hanya menyisakan yang terbaru.
Caranya adalah buka Disk Cleanup seperti di langkah pertama. Setelah itu, memindai drive C:, klik tombol “Clean up system files”. Apabila pemindaian kedua sudah selesai, pindah ke tab “More Options”, lalu di bawah “System Restore and Shadow Copies”, klik “Clean UP”.
8. Memindahkan File Media ke Penyimpanan Eksternal
Setelah semua file sampah bersih, jika penyimpanan kamu masih penuh, kemungkinan besar penyebabnya adalah file-file pribadi berukuran besar seperti koleksi film, foto atau file project video. Menghapusnya tentu bukan pilihan.
Solusi terbaik untuk permasalahan ini adalah memindahkannya ke media penyimpanan eksternal. Ini tidak hanya akan melegakan ruang di laptop kamu secara drastis, tapi juga berfungsi sebagai backup yang aman.
Itulah dia 8 cara membersihkan sampah di laptop yang bisa langsung kamu praktikkan. Dengan melakukan bersih-bersih secara rutin, kamu tidak hanya akan mendapatkan kembali ruang penyimpanan yang berharga tapi juga akan merasakan peningkatan performa yang signifikan. Laptop menjadi lebih responsif dan kamu jadi lebih produktif!












